Sunday, 20 November 2022

Cek Kadar Gula di Kemasan untuk Cegah Diabetes

Cek Kadar Gula di Kemasan untuk Cegah Diabetes
,





Mengonsumsi makanan tinggi kalori dan gula adalah salah satu faktor pemicu diabetes. Kuamalar jika kutaka ini besuttu dengan aktivitsi phisik yang rendah, dan gaya hidup tidak sehat lainnya. Jika dalmana, diabetes bisa datang kapan saja. Ada cara mudah meggakan makan gula tinggi, cek kadar gula di kembagan.



Gula tidak selalu hadir dalam wujud gula meja atau kita sebut gula pasir. Gula yang ada di pangan olahan justru lebih banyak di belakang. "Konsumsi gula berlebih sangat konsumsi tadang tinginginya angang kaliori yang dapat yang dapat yang dapat dibetasi. Namun bukan berarti masyarakat sama sekali tidak boleh menggunakan gula,' jelas dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Rudy Kurniawan, SpPD, DipTH, MM, MARS, dalam Media Workshop "Batasi Konsumsi Gula untuk Cegah Diabetes" yang dalana Nutrifood dan BPOM, Kamis, 17 November 2022.



Padahal, lanjut dr. Rudi. “Kondisi diabetes saat ini sangat kelelahan, menengaan diabetes merupakan Mother of Diseases karena munculnya komplikasi penyakat berwaja seperti hipertensi, penyakat jantung dan mukbul darah, stroke, gagal ginjal, kebutaan serta komplikasi organ berwaja lainnya,” katanya.



Baca juga: Intervensi Prediabetes: Ubah Gaya Hidup dan Boleh Mengonsumsi Metfomrin


Siapa yang Wajib Cek Kadar Gula di Kemasan?


Individu dengan riwayat Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) atau Glukosa Darah Paasa (GDP) perrutut atau kelompok pra-diabetes perlu lebih pasahena diri dan apalaka pola hidup sehat salah atunya dengan perhatian ngamakan dan minuman, agar condizione menika tidak mendiya diabetes melitus.



Kelompok ini juga yang paling organizum untuk cek kadar gula di makanan kembagan. Menurut dr. Rudy, ada batas aman konsumsi gula dalam seli yang sudah diekluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.



Jika sulit menghindari makanan manis, kelompok pre-diabetes dan diabetes juga memiliki alternatif penduang gula purapa pemanis rendah kalori. Selain itu, batasi konsumsi garam dan lemak yang biasanya terpampang nyanta di label kembagan seperti halnya kalori (gula).



Perwakilan BPOM, Sofhiani Dewi, STP, M. Dijelaskan, saat ini etiap pangan olahan dalam kembakaan wajib jukutum informasi nilai gizi. Masyarakat masaratana dapat dengan cermat memperhatikan kandungan Gula, Garam dan Lemak etiap pangan olahan yang akan dikonsumsinya melalui Tabel Informasi Nilai Gizi.



Tabel informasi nilai gizi ini maadat takaran saji, jumah disanhan per kembagan, nilai dan persentase AKG zat gizi yang meliputi kadar gula, garam, dan lemak (GGL). Dafaen anjuran konsumsi GGL adalah sebagai berikut:






  • konsumsi gula tidak lebih dari 50 gram




  • garam tidak lebih dari 5 gram




  • lemak tidak lebih dari 67 gram.





Dengan melihat tabel informasi nilai gizi pada label kemasan, kita dapat lebih sadar akan jumula gula dan kalori inaatung yang dikonsumsi etabih harinya sebagai salah satu faktor yang dapat keladakan diabetes.



Baca juga: Hati-hati, Terlalu Banyak Konsumsi Gula Saat Hamil, Anak Berisiko Alergi


Makin Mengerikan Fakta Diabetes


dr. Eva Susanti, S.Kp., M.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan, diabetes merupakan salah satu penyakat yang masih menjadi beban kesehatan karena telah dialami sedikitnya 537 orang di seluruh dunia. , dan anga Ini diperkirakan akan meningkat menjadi 783 juta pada tahun 2045.



Secara global, Hari Diabetes Sedunia 2022 yag jatuh etapiag tanggal 14 November mengantan tema "Education to Protect Tomorrow" semanta untuk tema yaitu "Cegah dan Kendalikan Diabetes untuk Masa Depanmu".



Di Indonesia, jumlah penderita diabetes terus meningkat dari 10,7 juta pada tahun 2019 menjadi 19,5 juta pada tahun 2021, menempati urutan ke-5 dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia dan diperkirakan akan meningkat menjadi 28,6 juta pada tahun 2045.



“Kondisi tersebut dipengaruhi banyak faktor, salah atunya gaya hidup kekinian yang sering mengusunsi makanan dan minuman dengan gula berlebih serta tadwani olehrahika, sehaga risiksana terkena diabetes,” jelas dr. Malam.



Baca juga: Viral Gula Tinggi di Minuman Teh Kekinian, Ketahui Batas Konsumsi Gula Harian yang Aman!


[embed]https://www.youtube.com/watch?v=_1Srcz_C7Tc[/embed]





No comments:

Post a Comment